MALANG - Upaya yang dilakukan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji yang berkomitmen untuk menjaga kondusifitas Kota Malang agar tetap terjaga telah diwujudkan kemarin dengan nyata. Yakni mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang terkait antisipasi masuknya gangguan keamanan dan ketertiban.
SE Wali Kota Malang nomor 730/3406/35.73.406/2018 tentang Kewaspadaan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban ini ditujukan kepada seluruh jajaran perangkat daerah, pimpinan ormas, kepala instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan media serta seluruh LSM untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sutiaji meminta kepada masyarakat Kota Malang tak terpengaruh dengan munculnya isu yang melibatkan oknum keagamaan belakangan ini. "Kondusifitas Kota Malang harus terus dijaga bersama. Seluruh komponen masyarakat harus benar-benar bisa menjaga kebersamaan sesuai dengan 'Salam Satu Jiwa' yang selama ini ada," tegasnya kemarin didepan Balai Kota Malang.
Ia melanjutkan, Pemkot Malang mengimbau masyarakat tak mudah percaya dan tetap kompak menghadapi isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Hal ini mengingat adanya isu radikalisme yang belakangan kembali muncul. Hal itu, setelah terjadi dugaan pembakaran bendera ormas keagamaan tertentu di Jawa Barat yakni Garut.
Kondisi tersebut dikhawatirkan turut mengganggu kondusifitas keamanan di Kota Malang. Hal inilah yang ditegaskan Sutiaji untuk dihindari. Dimana seluruh komponen masyarakat Kota Malang harus merapatkan barisannya. Lebih lanjut, Sutiaji memastikan akan menindak tegas jika ada oknum-oknum yang mencoba untuk mengganggu kondusifitas Kota Malang.
Untuk itu dirinya menginginkan masyarakat tetap kompak dan tak terpengaruh dengan apapun yang terjadi di luar kota Malang. Sebab, hal tersebut berpotensi mengganggu kondusifitas kota Malang. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib dan pasti akan melakukan tindakan tegas bagi siapapun yang melakukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat," imbuhnya.
Sutiaji mengatakan bahwa dirinya ingin Kota Malang tetap kondusif. Untuk itu dirinya berharap masyarakat bisa lebih selektif dan berhati-hati terhadap isu yang beredar saat ini. "Apa yang terjadi di Jawa Barat itu adalah masalah lokal. Jangan sampai hal itu dipolitisasi dan justru bisa memecah masyarakat. Kami berharap masyarakat kota Malang harus tetap kondusif," pungkasnya.
Sumber www.malang-post.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SAINTE LEAGUE ...Cara Penghitungan Pileg 2019 Untuk DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi, dan DPR RI
Berapa Suara jadi Anggota DPR dan DPRD Provinsi, Kabupaten, Kota ? Begini Cara Penghitungan Pileg 2019 17 April 2019 menjadi hari pencobl...
-
Berdasarkan data KPK, sebanyak 205 anggota dilevel DPR-RI dan DPRD terjerat kasus korupsi, 19 gubernur dan sebanyak 83 orang bupati dan w...
-
Bawaslu Kota Malang Tertibkan APK Tak Sesuai Aturan JawaPos.com - Alat peraga kampanye (APK) di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), banyak ...
-
PERLUNYA REGULASI POLITIK MENGHADAPI KAMPANYE HITAM PADA KONTESTASI PEMILU Wujud Pesta Demokrasi atau Pemilu di Indonesia menjadi hal yang...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar