Taufik lalu mengaku bahwa jarak pandangnya sendiri tidak sampai ke arah viaduk. "Memang dua, tiga tahun lalu tidak ada kereta lewat, sampai selesai acara. Saya juga tidak tahu jadwal kereta lewat, kok tadi ada kereta lewat," tambahnya. Taufik menjelaskan, ini karena antusias masyarakat yang luar biasa besarnya sehingga mereka memaksa bisa menyaksikan drama kolosal dari tempat yang memungkinkan meski berbahaya. Baca juga: Penonton Surabaya Membara Tertabrak Kereta,
Kejadian kecelakaan maut itu berlangsung saat prolog drama kolosal dibacakan. Taufik punya alasan pertunjukan tetap diteruskan meski pihak panitia sudah tahu adanya kecelakaan. "Teman-teman ini sudah bekerja keras, banyak teman dari daerah juga sudah latihan 1 bulan, banyak yang syok juga. Kasihan kalau tidak jadi tampil. Meski begitu pertunjukan yang asalnya 60 menit, jadi 40 menit," kata Taufik. Dia menambahkan, sebagai Ketua Komunitas Surabaya Membara, pihaknya menyampaikan turut berdukacita dan merasa khawatir beberapa korban di antaranya adalah adik-adiknya yang pernah mengikuti Surabaya Membara.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penonton di Atas Viaduk Tersambar Kereta, Ini Kata Panitia Surabaya Membara", https://regional.kompas.com/read/2018/11/10/01300981/penonton-di-atas-viaduk-tersambar-kereta-ini-kata-panitia-surabaya-membara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar